Thursday, February 24, 2011

Pentingnya Belajar Al-Qur'an

PENTINGNYA BELAJAR AL-QUR’AN
Al-Qur’an diturunkan Allah kepada Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam dengan perantara malaikat Jibril.  Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita, wajib kita baca, taddaburi dan kita amalkan. Untuk sampai kepada tingkat pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an, tentu saja seseorang harus melalui fase yang pertama,yaitu mempelajari Al-Qur’an. Baik belajar membaca huruf-huruf Al-Qur’an itu sendiri maupun dengan mempelajari maknanya. Itulah sebenarnya yang disebut dengan mengkaji (ngaji, dalam bahasa jawa).
Membaca Al-Qur’an tak sekedar yang penting bisa atau mengenal huruf saja.  Membaca Qur’an juga bukan sekedar untuk bisa diperdengarkan di depan orang-orang. Sabda Rasulullah :
 “Bacalah Qur’an karena pada hari qiamat nanti ia akan datang untuk memberikan syafaat kepada para pembacanya”.
Oleh sebab itu, kita harus bersungguh-sungguh belajar Al-Qur’an dengan niat yang lurus ikhlas karena Allah. Sabar, karena di tengah perjalanan kita dalam belajar Al-Qur’an pasti  akan ada ujian yang kita hadapi. Entah itu cemoohan dari orang-orang disekeliling kita, atau kesulitan mengucapkan huruf sesuai mahraj yang benar.  Bersabar, karena belajar Al-Qur’an tidak akan selesai dalam sehari dua, langsung bisa. Jangan karena  kita ingin buru-buru bisa menguasainya, Kita asal-asalan saja membacanya. Q.S. Al Qiyamah (75); 16 yang artinya :
Janganlah engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya.” (Q.S.Al-Qiyamah ;16).
CARA BELAJAR AL-QUR’AN.
Mempelajari Al-Qur’an, dilakukan dengan  cara:
1.     Mempelajari tajwid (yaitu teori yang didasarkan pada hukum bacaan yang disusun oleh ulama jaman dulu/ulama salaf yang diambil sesuai praktek dan bacaan Rasulullah SAW). Dan ini tidak bisa kita abaikan karena membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah ilmu tajwid hukumnya adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim.
“Dan bacalah AlQuran dengan tartil.” (Q.S. Al-Muzzammil 73: 4).
2.     Belajar Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan melalui kaset atau VCD. Tapi belajar Al-Qur’an dilakukan dengan cara bertatap muka secara langsung kepada guru. Demikian pula guru belajar dari seniornya lagi, dst, hingga akhirnya sampai kepada Rasulullah. Karena Rasulullah sendiri bertalaqqi kepada malaikat Jibril., padahal beliau adalah seorang yang ucapannya paling fasih.  (inilah metoda yg disebut dengan talaqqi musyafahah). Proses Musyafahah ini mengikuti sunnah Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam sebagai penegasan dalam kesinambungan sanad yang shahih.
TIDAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK BELAJAR AL-QUR’AN.
·         Jika kita merasa sudah terlalu tua untuk belajar Al-Qur’an dengan alasan lidah sudah kaku untuk melafalkan huruf dengan fasih, maka lihatlah Rasulullah, beliau mulai menghafal Al-Qur’an di usia 41 th Dan para sahabat beliau belajar Al-Qur’an di Atas 30 tahun.  Jadi tidak ada kata terlambat untuk memulai.
·         Jika kita beralasan karena kesibukan yang menyita, cobalah hitung, berapa jam waktu tidur kita, berapa jam kita gunakan untuk berlibur, jalan-jalan, bersenda gurau dengan teman, shopping, dsb,. Benarkah kita tidak bisa menyisihkan waktu, meski hanya sesaat, untuk belajar Al-Qur’an?
·         Dan bagi para workoholik , yang menghabiskan hampir seluruh waktunya ntuk bekerja dan bekerja,tidak adakah sedikit waktu yang bisa kita luangkan? Mencari nafkah memang kewajiban, tapi bukankah masih banyak kewajiban lain yang menanti kita? Kita bukanlah sapi perah, yang hidup hanya untuk sekedar dilahirkan, membajak sawah, menikah (melampiaskan nafsu), dan mati.
·         Mengapa juga kita bisa membaca berlembar buku setiap hari,buku bahasa Inggris, buku tentang science, novel, dsb, tapi tidak untuk Al-Qur’an, meski hanya satu lembar saja?
MEMBACA AL-QUR’AN SAMA PENTINGNYA DENGAN MENGETAHUI ARTINYA.
Seringkali kita melihat ada orang yang membaca Al-Qur’an tapi tidak mau membaca artinya dengan dalih nanti tidak kuat, ketinggian ilmunya bisa gila. Ada pula yang membacanya cepat-cepat karena ingin segera khatam, tanpa memperhatikan apakah bacaannya itu sudah benar apa masih salah-salah. Sementara ada pula orang yang yang merasa lebih penting tahu artinya. Karena hanya dengan membaca saja tanpa tahu artinya , bagaimana kita bisa mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari?
Sebenarnya,Mempelajari hukum-hukum Al-qur’an dan maknanya adalah sama pentingnya, karena keduanya merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan, seperti  yang dikatakan Syaikhul Islam :
“Barang siapa tidak membaca Al-Qur’an, sungguh ia telah meninggalkan Qur’an. Barangsiapa membacanya tapi tidak mentadabburinya, iapun tergolong orang yang meninggalkannya. Dan barang siapa yang membacanya tapi mengamalkannya, ia telah meninggalkannya pula.”

Demikian pula, mempelajari hukum2 Islam juga penting. Rasulullah dalam sabdanya :
 Barangsiapa yang membaca saru huruf dari kitabullah (Al-Qur’an), maka ia akan memperoleh pahala satu amal kebajikan. Dan pahala satu amal kebajikan dilipatkan sepuluh kali.Saya tidak mengatakan bahwa alif lam-mim itu satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim juga satu huruf.” (HR. Tirmidzi).
*********
Untuk menumbuhkan semangat kita dalam mempelajari Kalamullah, Al-Qur’anul karim, baiklah kita simak hadits-hadits berikut ini :
·          “ Sikap iri tidak diperbolehkan kecuali terhadap 2 hal ; seseorang yang diberi Al-Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang hari…”
·         Dari Aisyah r.a ia berkata, Rasulullah SAW bersabda :
  Orang yang membaca Al-Qur’an  dan ia pandai (hafal) dalam membacanya, ia akan bersama malaikat yang mulia lagi suci. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an tetapi ia terbata-bata kesulitan dalam membacanya, ia akan memperoleh dua pahala.” (H.R. Bukhari Muslim)
         ·            Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, Rasulullah SAW. Bersabda :                                    “ Tidak ada orang yang berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca  dan mempelajari Al-Qur’an , kecuali mereka akan memperoleh ketentraman, diliputi oleh para malaikat dan nama-nama mereka di sebut-sebut oleh Allah di kalangan malaikat”.(HR. Muslim dan Tirmidzi).                                                                      
         ·            Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Jangan kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya rumah yang dibacakan surah Al-Baqarah yang di dalamnya maka ia tidak di masuki syaitan”. (HR.Tirmidzi no 3118).
         ·            Dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam  bersabda,: “Sesungguhnya seseorang yang di dalam hatinya tidak ada sesuatu pun dari Al-Qur’an maka ia seperti rumah yang berantakan”. (HR.At-Tirmidzi no. 3161).
         ·            “ Orang yang yang hafal Qur’an tidak ubahnya orang yang mempunyai onta terikat. Bila mau menjaga onta itu ia haruslah memegangnya. Bila onta itu dibiarkannya terlepas, ia jua akan pergi”. (HR. Bukhari, Muslim dan Nasa’i).
         ·            Dari Abu hurairah, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,  “Tidaklah Allah mengizinkan sesuatu dengan apa yang Allah izinkan bagi nabinya untuk membaguskan suara melagukan Al-Qur’an dengan membacanya dengan jelas” (Shahih Muslim).
         ·            Syekh Ibnul Jazari (Ulama pakar ilmu tajwid dan qiro’at) dalam syairnya mengatakan:

“Membaca AlQuran dengan tajwid hukumnya wajib, Siapa saja yang membaca AlQuran tanpa memakai tajwid hukumnya dosa, Karena sesungguhnya Allah menurunkan AlQuran berikut tajwidnya. Demikianlah yang sampai pada kita dari-Nya.”
·         Dari Utsman, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau berkata, “Sebaik-baiknya kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR.Abu Dawud).
·         Dari Sahl bin Muadz dari Bapaknya, Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka ia akan memakaikan kedua orang tuanya mahkota pada hari kiamat, cahaya mahkota itu lebih baik daripada cahaya matahari yang menyinari rumah-rumah di dunia”, jikalau sekiranya ada diantara kalian dirumah-rumah itu maka apa yang kalian bisa duga dengan orang yang mengamalkan itu” (HR.Abu DAwud, hadits ini didhaifkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).
·         Rasulullah SAW juga bersabda :
“Bacalah AlQuran dengan cara dan suara orang Arab yang fasih”. (HR. Thabrani).

*****





No comments:

Post a Comment